Kelenteng Bun San Tong Winaon Berbagi


Cirebon.Swara Wanita Net.-

 

Oleh Jeremy Huang Wijaya

Ada pepatah berkata 当我们分享财富并播种善良时。时间和历史会记录并被永远铭记。不会被抹去
Dāng wǒmen fēnxiǎng cáifù bìng bōzhòng shànliáng shí. Shíjiān hé lìshǐ huì jìlù bìng bèi yǒngyuǎn míngjì. Bù huì bèi mǒ qù artinya ketika kita berbagi harta dan tabur kebaikan. waktu dan sejarah akan mencatat dan dikenang sepanjang masa. Tidak akan terhapuskan
Tgl 16 April 2023
Vihara Boen San Tong di Winaon Cirebon dan grup Boloters yang dikoordinatori Apuk dan Dr Imelda Susanti bertempat di Kelenteng Bun San Tong membagikan 150 bungkus nasi opor ayam, daun singkong dan sambel, roti  es kacang dan Aqua sebagai makanan pembuka puasa. Acara ini sebagai wujud kepedulian dan menjalin persatuan dan kesatuan.
            Kelenteng Bun San Tong atau yang lebih dikenal dengan nama Kelenteng Winaon di bangun oleh Mayor Tan Tjien Kie, tahun 1894.
       Mayor Tan Tjien Kie adalah Mayor Titinuler Kepala Perkampungan di Cirebon. Mayor Tan Tjien Kie Pengusaha Gula di Cirebon yang terkaya di Asia Tenggara pada tahun 1885-1919. Memiliki pabrik Gula di Leuwing Gajah Kab Cirebon.
         Awal mulanya Mayor Tan Tjien Kie membangun Kelenteng Winaon ini sebagai tempat sembahyang bagi keluarganya dan bagi masyarakat yang tinggal di seputar Pasuketan dan Winaon dan Kanoman, karena rumahnya Mayor Tan Tjien Kie di Pasuketan Cirebon.
            Mayor Tan Tjien Kie dan keluarga besarnya jika sembahyang selalu di Kelenteng Winaon setiap Ce It Cap Go, Imlek, Dan hari hari raya Tionghoa lainnya. Istilah Ce It Cap Go yaitu sembahyang tanggal 1 dan tanggal 15 tiap bulannya.
             Sesudah Mayor Tan Tjien Kie meninggal, istri dan anak anaknya Mayor Tan Tjie juga selalu sembahyangan disini.

Posting Komentar

0 Komentar