Cimahi.Swara Wanita Net.-Setelah terjadinya kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Sarimukti beberapa bulan yang lalu, Kota Cimahi menjadi darurat sampah. Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi, kini memilih fokus dalam penanganan masalah sampah di Kota Cimahi.

Dalam dua Minggu terakhir, Dicky lebih fokus dalam penanganan sampah di Kota Cimahi, saat dirinya mengunjungi pengolahan sampah di Pasar Atas Cimahi, dan berlanjut ke proyek pembangunan TPA Santiong, Kamis (02/11/2023).

“Dalam dua Minggu ini saya lebih fokus dan perhatian untuk menangani masalah sampah di Kota Cimahi dan ini merupakan bagian dari upaya untuk berkontribusi dalam penanganan masalah sampah di kota Cimahi,” terang Dicky.

Karena kata Dicky, masalah produksi sampah di kota Cimahi sebanyak 226 ton perhari, dengan penduduk 566 ribu jiwa.

“Produksi sampah di Cimahi sebanyak 226 ton per hari, pada saat TPA Sarimukti masih normal,” ucap Dicky.

Saat ini menurut Dicky kembali, setelah TPA Sarimukti mulai berjalan, Kota Cimahi mendapatkan jatah membuang sampah sebanyak 170 ton per hari.

“Yang 56 ton nya kita olah sendiri dari mulai RT dan RW masing-masing, pada waktu kejadian kebakaran TPA Sarimukti Cimahi hanya bisa membuang sampah 120 ton per hari, Cimahi dapat tambahan 50 ton manjadi 106 ton per hari yang kita lakukan dalam pengolahannya,” sela Dicky kembali. 

Masih menurut Dicky, bahwa TPS yang di Pasar Atas merupakan salah satu upaya dari pihak pemerintahan Kota Cimahi.

“Maka dari itu TPS di Pasar Atas telah menggunakan mesin Gibrik Mini yang merupakan salah satu alat pemilah sampah yang dapat memisahkan sampah organik dan anorganik,” kata Dicky.

Kinerja alat mesin Gibrik ini dianggap mampu membantu para petugas sampah di TPS , termasuk di TPS yang lain dapat menyelesaikan pemilahan sampahnya secara cepat dan efisien.

Memang Dickypun menerangkan, bahwa di tahun 2024 mendatang, Kota Cimahi sudah dapat mulai buang sampah ke TPA Sarimukti dengan jatah buangnya sebesar 77 ton perhari.

“Lalu yang 149 ton sampah perharinya harus dapat diolah sendiri, ini merupakan jadi perhatian kami, apakah mampu untuk mengolah di setiap RT RW.,” Tegas Dicky.

Sedangkan terkait masalah pembangunan proyek TPS yang di Santiong, sebagai tempat pembuangan hasil pemilahan sampah di Pasar Atas dan residunya rencana akan di buang ke TPS Santiong, lanjut Dicky, bahwa kedepannya di Cimahi tidak ada lagi TPA tidak tergantung lagi ke Sarimukti atau TPA manapun, masalah sampah dapat diselesaikan di kota Cimahi itu sendiri. 

“Memang saat ini pembangunan TPS Santiong dengan luas setengah Hektar, dengan kapasitas 50 ton perhari, dapat mengurangi beban kita, pada tahun 2025 Cimahi tidak bergantung kepada TPA, Sarimukti dan Legoknangka, tapi pada tahun 2025 Kita Cimahi no TPA,” tegas Dia pasti.

Namun semua itu kata Dicky, semua tergantung kepada masyarakat Cimahi itu sendiri, atas kepeduliannya terhadap sampah.

Lanjut Dicky, ini tergantung dari masyarakat yang peduli sampah mulai dari memilah sampah, dari rumah tangga, dan RT RW nya,” ucapannya.

Sementara Kepala DLH kota Cimahi, dr Chanifah Listyarini, merasa senang PJ Wali kota Cimahi Dicky Saromi mensuport dengan yang telah di lakukan oleh PJ Wali kota yang kemarin Dikdik S Nugrahawan,yang di awali dengan gerak Ompimpah.

Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi, bagaimana masyarakat tetap taat melakukan gerak Ompimpah gerakan sampah dari rumahnya masing-masing.

Menurut nya Gerak Ompimpah harus tetap di giatkan karena yang kami inginkan volume sampah yang kami kelola lebih sedikit lagi sehingga Cimahi bisa No TPA di tahun 2025 ” ucapannya. 

di dampingi Asisten || Budi Raharja, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota , dr Chanifah Listyarini, beserta jajarannya, hadir pula ketua forum ormas LSM Nurdin Hidayat meninjau tempat penggilingan sampah yang lokasinya di pasar atas Cimahi.

Usai meninjau tempat penggilingan sampah PJ Wali Kota Cimahi bersama rombongan meninjau pembangunan TPA yang berlokasi di Santiong.(budi)

 

 

 

Posting Komentar

0 Komentar