Adigang, Adigung, Adiguna


Bandung.Swara Wanita Net.-
 

Oleh Jeremy Huang Wijaya

水映脸,人心映人。
Shuǐ yìng liǎn, rénxīn yìng rén. Artinya Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.
Ada peribahasa Jawa yang sering kita dengar dan cukup sering digunakan yaitu Adigang, Adigung dan adiguna.
Mari kita belajar satu persatu
1.Adigang diartikan orang yang suka pamer kekuasaan dan kekuatan. Adigang ini juga mengajarkan kita harus bertindak adil dan menghormati hak hak orang lain, jangan pamer kekuasaan dan kekuatan. Seharusnya kekuasaan digunakan untuk mensejahterakan orang lain dan menghormati hak hak orang lain, jangan menindas, jangan bertindak semena mena. Janganlah kekuasaan digunakan untuk memperkaya diri dan keluarga..
Kong Hu Cu berkata Sebelum ia, memperoleh Kedudukan, ia selalu khawatir bagaimana memperolehnya. Setelah memperoleh kedudukan ia selalu khawatir kalau kalau hilang lagi. Seorang yang hanya mengejar keuntungan saja, niscaya banyak yang menyesalkan.
2. Adigung artinya pamer keluhuran atau keturunan. Hal ini mengajarkan kita untuk hidup sederhana dan tidak berlebihan. Jangan hanya karena ayahnya pejabat tinggi atau tokoh penting, pamer keturunan dan pamer kedudukan orang tuanya. Tidak berdiri pada kemampuan diri. Tidak hidup  dalam kesederhanaan. Kurawa jatuh karena mengandalkan kedudukan ayahnya.
3. Adiguna artinya bersifat pamer kepandaian, menyombongkan kepandaian dan kecerdikan yang dimiliki, mengajarkan seseorang untuk bijaksana dalam pengambilan keputusan dan tindakan sehari-hari.
    Adigang adigung adiguna adalah orang yang mengunggulkan kekuatan, derajat, kepandaian.  Adigang, Adigung, Adiguna mengajarkan kita tidak boleh sombong dalam kehidupan harus bijaksana. Proses merawat dimulai  dengan mengolah diri sendiri untuk melengkapi apa yang di harapkan dengan pengetahuan moral yang baik. Cinta kasih itulah rumah Sentosa dan kebenaran itulah Jalan Lurus.
       Kong Hu Cu berkata Benak manusia unggulan  mengenal yi (kesalehan) benak manusia pandir sangat mengenal Li(pamrrih  dan keuntungan) Maka harta dan kemuliaan yang tidak berlandaskan kebenaran bagiku laksana awan berlalu saja. Orang yang Sombong membuat hari-hari mereka habis dalam kesia-siaan, dan tahun-tahun mereka dalam kekejutan.Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.
        Orang yang sombong Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan hati, bahkan pada malam hari hatinya tidak tenteram. Ini pun sia-sia. TUHAN semesta alam yang telah memutuskannya untuk mematahkan kesombongan, untuk menghinakan segala yang permai dan semua orang mulia di bumi. Orang yang Sombong membuat hari-hari mereka habis dalam kesia-siaan, dan tahun-tahun mereka dalam kekejutan.
       Adigang, Adigung dan adiguna mengajarkan kita untuk mawas diri dalam kehidupan ini

Posting Komentar

0 Komentar