Menanti Jiwa Satrio Raja dan Satrio Bhayangkari


Bandung.Swara Wanita Net.-


Oleh Jeremy Huang Wijaya

一个人有大德,一定会得位、受福、得名、长寿。
Yīgè rén yǒu dà dé, yīdìng huì dé wèi, shòu fú, dé míng, chángshòu.artinya Seorang yang mempunyai kebajikan besar niscaya mendapatkan kedudukan, mendapat berkah, mendapat nama dan mendapat panjang usia
Bisma adalah sosok pemimpin kenegarawanan, yang dapat berdiri di semua kalangan, Dalam Pemilu 2024 diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang memiliki jiwa satria, minimal memiliki 2 jiwa satria yaitu Satria Raja, sosok negarawan yang mengabdi demi rakyat bukan abdi negara untuk kekuasaan yang korup dan memiliki jiwa "Satria Bayangkari, yaitu sosok pemimpin yang bersikap adil, berjiwa pemaaf terhadap lawan-lawan politiknya serta mengayomi.
         Menurut  Kong Hu Cu Pemimpin itu memiliki sifat Bila melihat ke dalam diri sendiri dan tiada sesuatu yang membuat malu dan gelisah, tentu saja tidak ada yang membuat nya merasa khawatir dan takut.
          Kong Hu Cu juga berkata Orang tidak boleh tidak tahu malu. Malu bila tidak tahu malu menjadikan orang tidak menanggung malu. Rasa malu itu besar artinya bagi manusia. Kalau orang bangga dapat berbuat licin dan menipu, itulah tidak menggunakan rasa malunya, yang tidak mempunyai rasa malu, tidak seperti manusia. Dalam hal apa ia seperti manusia. Yang tidak susila jangan dilihat, yang tidak susila jangan dilakukan
         Joyoboyo pernah meramalkan akan lahir pemimpin berparas seperti Batara Kresna , berwatak seperti Baladewa dan bersenjata trisula Weda berwujud seperti manusia biasa, dan kenal sakti dan banyak memiliki pengetahuan yang luas.
        Kehadiran pemimpin berjiwa Satrio Raja dan Satrio Bhayangkari sangat diharapkan saat ini.
          Kemaren tanggal 10 Januari 2024 banyak media massa baik itu media on line, media cetak dan media Tv memberitakan temuan PPATK adanya aliran dana proyek Strategis Nasional (PSN) yang justru masuk ke kantong aparatur sipil negara  hingga politikus berdasarkan 1.847 laporan transaksi yang mencurigakan yang dianalisa PPATK sepanjang Januari Sampai November 2023. PPATK mengungkap adanya 36,67 persen dana PSN(Proyek Strategis Nasional) yang masuk ke kantong pribadi hingga politikus. PPATK juga menerima sekitar 45 ribu laporan transaksi keuangan Para caleg yang terdaftar di Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilu 2024.
        "Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, awalnya jumlah itu didapat setelah mengecek dari total DCT sekitar 250 ribu.

Begitu kita cek di database, dari 200 sekian ribu nama DCT itu ada 45 ribu laporan terkait dengan orang-orang yang ada di dalam daftar calon tetap. Ada 45 ribu laporan," kata Ivan di kantornya, Jakarta, Rabu (10/1) 100 caleg, ditemukan transaksi mencurigakan sebesar Rp51,4 triliun. "PPATK juga menemukan adanya 100 caleg yang melakukan setoran dana di atas Rp500 juta ke atas. Totalnya senilai Rp21,7 triliun. Lalu, ada 100 caleg yang melakukan penarikan uang sekitar Rp34 triliun.

"Dan penarikan kita lihat juga, ada 100 DCT yang menarik uang Rp34.016.767.980.872" Kata Ivan Yustiavandana Kepala PPATK.
         Ditemukan juga oleh PPATK penerimaan dana  senilai total 195 miliar dari luar negeri oleh bendahara  21 Partai Politik seranjang 2022-2023.
         Dari laporan temuan PPATK ini diharapkan RUU yang dapat miskinkan koruptor dapat disahkan segera mungkin oleh pemerintahan yang baru. Supaya menimbulkan efek jera bagi koruptor dan meminimalisir korupsi. Untuk hal ini diharapkan lahirnya pemimpin berjiwa Satrio Raja yang mengabdi kepada rakyat berani melawan korupsi. Mengubah UU KPK untuk berani melawan korupsi, dan menempatkan KPK kembali sebagai lembaga Independen tidak berada di Bawah Presiden

Posting Komentar

0 Komentar