Dewa Bumi (Tu Di Gong)


Bandung.Swara Wanita Net.


Oleh Jeremy Huang

Ketika kita datang berziarah ke makam Tionghoa, Dalam setiap makam kuno warga Tionghoa akan selalu ada kuburan kecil, di depan makam utama sebelah kanan, sebagai tempat bersemayam tinggal nya Dewa bumi dikenal dengan nama Tu Di Gong atau Tu Di Shen atau disebut juga Tudijun(Penguasa tanah) atau juga disebut dengan Nama Hok Tek Ceng Sin; lit.="dewa bumi atas kemakmuran dan jasa. 

Dewa Bumi yang dipuja di Asia Timur dan asalnya dari Tiongkok China sebagai Penguasa Berkah dan kebajikan, masyarakat awam sering menggambarkan Tu Di Gong sebagai Lelaki Tua dengan jenggot putih yang panjang mengenakan topi hitam atau keemasan dan jubah merah atau kuning melambangkan kedudukannya sebagai seorang birokrat, membawa tongkat kayu di tangan kanannya dan batang emas logam emas di tangan kirinya melambangkan kejayaan dan kemakmuran, Sementara itu ada juga yang menggambarkan Tu Di dengan pakaian ala Cheng Huang Lao Ye (Dewa Pelindung Kota), dengan wajah putih, berambut dan jenggot hitam. Ada juga yang ditampilkan dengan berpasangan, yaitu Tu Di Gong di sebelah kiri, dan Tu Di Po (Nenek Tu Di) di sebelah kanan. Biasanya dia selalu menggenggam sebongkah uang emas di tangan kanannya lambang kemakmuran, Tu Di Gong yang dipuja di dalam rumah umumnya tanpa pasangan. Adakalanya sang Dewa Bumi ditemani oleh seekor harimau sebagai penjaga yang memiliki hubungan dekat dengan masyarakat Awam. 


       Sebelum ke makam orang tua atau leluhur wajib datang ke makam kecil yang dibangun depan makam orang tua. Sebagai tanda penghormatan dan mohon ijin kepada penjaga dan pemilik Bumi.
Setiap tanggal 15 bulan 8 Imlek, ada upacara sembahyang kepada Tu Di Gong yaitu pada masa panen akhir tahun. Festival ini dikenal dengan nama "Qiu Bao" (秋報); pada hari itu, masyarakat mengucapkan syukur dan sebagai tanda terima kasih hasil panen tahun tersebut kepada Tu Di Gong.
Pagi bu, saya buat tulisan tentang dewa Bumi jika dimuat minta linknya nuhun

Posting Komentar

0 Komentar